Selasa, 10 Mei 2011

untitled

23 hari,  3 jam, 20 menit yang lalu..

Hari itu, ya hari itu entah mengapa sangat pilu.
Ketika hati mulai resah,
Ketika merindukan seseorang yang jauh disana, sangat amat.
Ketika sayang mulai tumbuh menjadi cinta.
Ketika keyakinan berubah menjadi harapan.
ketika harapan menjadi tujuan.
Ketika otak, pikiran, hati dan ego melebur jadi satu.
Ketika logika tak sejalan.
Ketika rasa yang ada di kamu telah hilang, entah karena hampa atau waktu yang berjalan.

Rasa sayang ini terlalu sayang untuk dibuang,
Mimpi indah ini terlalu indah untuk dimusnahkan.
Ego, emosi, dan benci adalah musuh terbesar kami.
Tapi kamu tetap ingin berhenti, entah sejenak, entah selamanya.

Masih teringatkah luka yang kau torehkan saat indahnya Juni itu?
Masih teringatkah rasa sakit yang kau beri?
Masih teringatkah pedih yang kau tuai?
Dan kini, aku kembali merasakannya. Entah hanya sesaat, atau selamanya.

Air mataku sudah kering, sayang..
Air mataku sudah habis karena mu.
Air mataku sudah tak bisa merasakan rasa pahit atau getirnya hidup.

Sayang,
bila suatu saat kau membaca tulisan ini, semoga saat itu isi hatimu sudah tergantikan yang lain..
semoga saat itu hatiku benar-benar kuat melepasmu..
semoga saat itu perasaanku telah lebur ditelan waktu..
semoga saat itu semua rasa telah lenyap..
dan semoga saat itu Tuhan betul-betul memberikan jawaban segala pertanyaanku, kamu, dan kita..

Doa ku selalu ada dalam setiap hembusan nafasku..
Nama mu selalu terselip di dalam tutur doaku..
Jangan pernah kau sakiti lagi perasaan yang seperti ini,
Terlalu luka untuk dirasakan..
Terlalu pedih untuk diingat..


Untuk  seseorang yang 8 tahun ku kenal,
selama 3 tahun mengisi pikiranku,
selama 2 tahun menemani di dalam ruang hati,
selama 14 bulan memberikan cinta yang luar biasa indahnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar